Tak merasa getir dengan kenyataan
Tak pernah sakit walau menangis
Tak pernah padam namun berusaha bertahan
Dengan apapun yang bisa aku perbuat sekarang
Memijaki kenyataan yang tak pernah salah
Menerima hidup yang tidak selalu absurd
Menjalani takdir yang tak bisa digugat
Atau, bersandar dengan fakta yang tidak selamanya benar
Aku berusaha menyembuhkan hati yang cuak
Berusaha untuk tak memberontak dengannya
Berusaha untuk tersenyum
Atau, diam seakan tak terjadi apa-apa
Walau, kata-kata itu memang masih terngiang
Begitu memberat, dan semakin kesal jika dirasakan
Membuat semua yang aku duga selama ini ternyata hanya daif
Dan, aku benar-benar terpukul dengan semua itu !
Aku telah melakukan suatu hal
Aku ingin kau bisa menjabarkannya
Dan berharap kau juga bisa menghargai itu
Tapi, ternyata itu hanya hal yang rapuh
Semua dugaanku berbalik
Hidup berhakikat aku harus cekal
Terhadap realitas bahwa kau telah bersama dia
Jumat, 16 Oktober 2015
Senin, 29 September 2014
Perbedaan Itu Indah
Jangan katakan perbedaan itu menyakitkan
Jangan pandang perbedaan itu layaknya suatu hal yang
buruk
Jangan berfikir perbedaan membuat kita tenggelam
Jangan menoreh perbedaan dengan tinta kebencian
Bagai pelangi yang terhias karna sebuah cahaya
Dengan warnanya yang berbeda
Tapi menyatu dalam keragaman yang indah
Itulah perbedaan
Ingat ketika Tuhan menciptakan manusia
Dengan perbedaan yang menjadi keragaman
Untuk menjadikan manusia saling mengenal
Karna Tuhan lebih tahu apa yang dikehendaki-Nya
Perbedaan itu indah
Karna tanpa perbedaan sebuah kerelatifan takkan ada
Perbedaan itu menyatukan
Karna sebuah perbedaan mampu menyatukan kita
Bagai pelangi yang terhias dilangit cerah
Dengan warnanya yang berbeda
Tapi cantik dalam torehan warna warni yang menawan
Itulah perbedaan
Minggu, 28 September 2014
Pesona Kebaikan
Senyuman itu ditebarkannya luas
Tak peduli jika ada orang yang mengelak
Hanya kebaikan yang ingin ia bagi
Kepada siapapun yang ia
jumpai
Alam
tahu
Tak
banyak orang yang seperti itu
Dan
merekalah yang tak bisa teradu
Apalagi
dengan orang keras seperti kayu
Tuhanpun tahu
Merekalah orang yang tawadu
Dengan rasa pesimis yang selalu tersapu
Dan kerendahan hati yang tak pernah membuatnya pilu
Tutur
katanya terlontar lembut
Sapaannya
terpakai santun
Tak
peduli ada orang yang menggunjing
Karna
kekerasannya terbatasi oleh dinding
Persen terbagi
Rugi tak pernah ia fikiri
Hanya keridhoan Allah yang ia hendaki
Akan keikhlasan bathin yang ia miliki
Dunia
tahu
Mereka
bukan orang yang bisu karna sombong
Mereka
bukan orang yang pembohong
Juga
bukan orang yang seolah meminta tolong
Tapi merekalah yang ramah
Tanpa harus terbalaskan oleh puja
Merekalah yang murah sapa
Karna pesona kebaikan yang selalu terjaga
Sayap-sayap Kecil
Dikala fajar menawan menanti mega
Dan cahaya mentari menyambut pagi berkabut dengan
embunnya
Sampai cahayanya redup lalu berangsur angsur hilang
Dan mega kembali hadir menanti fajar pagi
Saat waktu terus berputar
seperti itu
Saat sinar mentari
berulang kali padam dan menyinari
Tetap rebahkan sayap
sayapmu
Rebahkan semakin lebar
seolah tak pernah hilang dimakan waktu
Dan saat hujan merintik
Membasahi permukaan bumi
Menutupi cahaya terang sang surya
Menggantikan kecerahan dengan langit berawan
Tetap rebahkan harapan itu
Rebahkan dengan keyakinan seolah tak pernah pudar oleh
badai
Biarkan sayap sayap kecilmu mengepak bagai kupu
Yang kelak akan mengantarmu kepada manisnya madu
Kelak kau akan tau kenyataannya
Bagaimana sayap kecilmu itu berusaha
Esok akan menjadi suatu yang luar biasa
Yang tak pernah kau duga sebelumnya
Sayap sayap kecil
Bagai harapan bukan tak tentu arah
Biarkan ia mengepak dan merebah
Sampai hilangnya raga
Jumat, 12 September 2014
Api Unggun
Dibalik suramnya
kegelapan malam
Terdapat cahaya yang
menjulang
Percikannya bagai
semangat yang selalu membara
Tak redup walau
dihembus angin
Ini
adalah api kami
Api
tanda semangat juang
Yang
hanya diperuntukkan bagi mereka
Yang
memiliki ketegaran jiwa
Ini adalah api kami
Api tanda
persahabatan
Yang mempersatukan
kami
Tak hanya dalam
gelapnya malam
Ini adalah api kami
Api yang menyimpan
banyak berjuta kenangan
Yang menerangi kami
Dimalam yang suram
Api unggun...
Api ciptaan-Mu Tuhan
Yang selalu menyala
Membuka kesenduan
mata
Praja Muda Karana
Nafas sesekali terhela
Kaki sesekali terhenti untuk melangkah
Tegukan air sesekali mengalir segar ketenggorokan
Keringat sesekali mengucur deras
Karna tubuh yang terus saja aktif bergerak
Dibawah
teriknya sinar mentari
Diatas
tanah yang tergenang air kotor
Disini
Praja Muda Karana berdiri
Membawa
pengabdian dan janji untuk bangsa
Lelah bukan seperti tamu baru lagi
Keringat bukan penghalang tuk berhenti
Dahagapun masih dapat tertahan
Karna yang kami pegang adalah semangat yang berkobar
Inilah
Praja Muda Karana
Tak
ada takut
Tak
ada pengecut
Dan
tak ada menyerah untuk berkata
Biarkan kaki ini terus melangkah
Melewati sinar terik sang surya
Melewati derasnya air hujan hingga baju basah
Sampai pengabdian itu dapat terbawa dengan gagahnya
Inilah
regu Praja Muda Karana
Dengan
perjuangan, rintangan terhapi
Dengan
keyakinan, sulit teratasi
Dan
dengan kebersamaan, semua takkan mampu terbebani
Biar bendera regu berkibar
Menjadi tanda sebuah kehormatan
Yang akan menjadi akar
Untuk Praja Muda Karana
Hidup
Praja Muda Karana
Jiwa
Pramuka takkan menjadi sebuah kelelahan
Tapi
semangat yang terus menyala dan berkobar
Yang
akan tertanam untuk selamanya
Ajari Aku Lebih
Terimakasih
Telah mengajarkanku berbagai hal
Mengajarkanku apa itu cinta juga resikonya
Mengajarkanku apa itu makna dari hidup dan
tanggungannya
Kau lebih mengerti
Ketika kau ajari aku untuk bisa mandiri
Kau lebih tau
Ketika kau ajari aku untuk yakin suatu hal tentangmu
Ketika aku benar benar lemah
Kau ajari aku lagi
Bagaimana untuk tetap melihat keadaan
Dan mampu untuk bangun dari sakit itu
Dan kau ajari aku satu lagi
Tentang bagaimana kita akan bersama mewujudkan
harapan
Sembari tetap menaruh keyakinan itu
Dalam setiap aliran perasaan
Aku akui untuk seringkali membuatmu sakit
Seringkali membuatmu kecewa
Merasa tak nyaman hingga kau benar benar pasif
Pasif terhadap ragaku yang bernyawa
Tapi apakah kau tau?
Setiap tingkah yang ku berikan itu
Sungguh tak pernah aku sadari
Semua seperti bersemilir dalam perasaan yang tak aku
mengerti
Aku tak memiliki rencana tuk melukaimu
Karna sungguh aku memang mengagumimu
Dan aku tak meminta kau harus terus membuatku
bahagia
Karna melihat dirimu saja sudah anugerah untuk
kedamaian hatiku
Terimakasih untuk semua yang kau berikan
Jejak jejak dulu akan selalu ku kenang
Dan maaf jika aku telah berbuat kesalahan
Aku tak bermaksud hal itu harus dilakukan
Teruslah kau buat diriku lebih mengerti
Jangan kau hilangkan perasaan yang telah kau beri
Walau aku sendiripun tak mengerti dengan perasaan
ini
Tapi setidaknya aku mampu menghargai sesuatu hal yang
kau hargai
Ajari aku banyak hal lagi
Ajari aku suatu hal ketika hatiku mulai lelah
Ajari aku suatu hal ketika jiwaku mulai lemah
Ajari aku maknai cinta yang sesungguhnya
Dan ajari aku bagaimana kita untuk terus bersama
Langganan:
Postingan (Atom)