Laman

Minggu, 28 September 2014

Sayap-sayap Kecil


Dikala fajar menawan menanti mega
Dan cahaya mentari menyambut pagi berkabut dengan embunnya
Sampai cahayanya redup lalu berangsur angsur hilang
Dan mega kembali hadir menanti fajar pagi

         
Saat waktu terus berputar seperti itu
Saat sinar mentari berulang kali padam dan menyinari
Tetap rebahkan sayap sayapmu
Rebahkan semakin lebar seolah tak pernah hilang dimakan waktu


Dan saat hujan merintik
Membasahi permukaan bumi
Menutupi cahaya terang sang surya
Menggantikan kecerahan dengan langit berawan


Tetap rebahkan harapan itu
Rebahkan dengan keyakinan seolah tak pernah pudar oleh badai
Biarkan sayap sayap kecilmu mengepak bagai kupu
Yang kelak akan mengantarmu kepada manisnya madu


Kelak kau akan tau kenyataannya
Bagaimana sayap kecilmu itu berusaha
Esok akan menjadi suatu yang luar biasa
Yang tak pernah kau duga sebelumnya


Sayap sayap kecil
Bagai harapan bukan tak tentu arah
Biarkan ia mengepak dan merebah
Sampai hilangnya raga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar