Dikala fajar menawan menanti mega
Dan cahaya mentari menyambut pagi berkabut dengan
embunnya
Sampai cahayanya redup lalu berangsur angsur hilang
Dan mega kembali hadir menanti fajar pagi
Saat waktu terus berputar
seperti itu
Saat sinar mentari
berulang kali padam dan menyinari
Tetap rebahkan sayap
sayapmu
Rebahkan semakin lebar
seolah tak pernah hilang dimakan waktu
Dan saat hujan merintik
Membasahi permukaan bumi
Menutupi cahaya terang sang surya
Menggantikan kecerahan dengan langit berawan
Tetap rebahkan harapan itu
Rebahkan dengan keyakinan seolah tak pernah pudar oleh
badai
Biarkan sayap sayap kecilmu mengepak bagai kupu
Yang kelak akan mengantarmu kepada manisnya madu
Kelak kau akan tau kenyataannya
Bagaimana sayap kecilmu itu berusaha
Esok akan menjadi suatu yang luar biasa
Yang tak pernah kau duga sebelumnya
Sayap sayap kecil
Bagai harapan bukan tak tentu arah
Biarkan ia mengepak dan merebah
Sampai hilangnya raga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar