Tersisih kebesaran hatiku
padamu
Rasa persahabatan yang sejak
dulu kunantikan
Kini seperti tak berarti
bagimu
Hanya karna cinta yang belum
bisa kau lenyapkan
Apakah setiap perasaan yang kau beri membuatku nyaman?
Dan semua tingkah yang kau dramakan membuatku bahagia?
Justru hal itulah yang membuatku merintih
Perasaanmu seperti memakan kebahagiaanku sendiri
Berulang kali kau berucap
Kau selalu memiliki perasaan
lebih akan cinta
Berulang kali kau membangun
kepercayaan diriku
Tapi hanya sesaat dan kau
selalu meruntuhkannya
Lantas apakah semua itu yang dinamakan dengan cinta?
Sedangkan kau belum memahaminya
Bagaimana kau dapat menjalani itu semua?
Sedangkan perasaanmu justru membuatku semakin lemah
Bibirmu selalu berucap manis
tanpa adanya dusta yang terlihat
Saat kalimat yang menurut kau
adalah dari hatimu sendiri
Kalimat yang kau rangkaikan
sampai aku tersenyum sumringah
Dan kau mengarangnya luar
biasa
Saat itu kau membuatku percaya lagi
Karna hati ini telah kau taklukki
Aku begitu meyakini
Karna saat itu aku percaya kalimatmu memang dari hati
Tapi…
Semua terenyah lagi
Kau selalu mengulangi
kesalahan yang sama
Hingga membuatku terus terluka
Apakah itu menjadi tanda kebesaran perasaanmu padaku?
Atau kau hanya mengarangnya untuk mengada-ngada?
Aku tak pernah tahu apa yang ingin kau rencanakan untukku
Yang aku tahu kau sungguh menyia-nyiakan semuanya
Apakah ini yang dinamakan
dengan cinta?
Sedang dirimu saja sulit untuk
berkomunikasi denganku
Apa yang bisa aku dapatkan
dari tingkahmu?
Selain hanya hembusan nafas
setiap kali kau melewatiku tanpa sapa
Kau hanya memiliki perasaan kepadaku saja
Tanpa kau harus memperjuangkannya
Semua kau sia-siakan begitu saja
Padahal saat itu perasaan kita adalah sama
Tidak ada komentar:
Posting Komentar