Laman

Senin, 29 September 2014

Perbedaan Itu Indah


Jangan katakan perbedaan itu menyakitkan
Jangan pandang perbedaan itu layaknya suatu hal yang buruk
Jangan berfikir perbedaan membuat kita tenggelam
Jangan menoreh perbedaan dengan tinta kebencian


Bagai pelangi yang terhias karna sebuah cahaya
Dengan warnanya yang berbeda
Tapi menyatu dalam keragaman yang indah
Itulah perbedaan


Ingat ketika Tuhan menciptakan manusia
Dengan perbedaan yang menjadi keragaman
Untuk menjadikan manusia saling mengenal
Karna Tuhan lebih tahu apa yang dikehendaki-Nya


Perbedaan itu indah
Karna tanpa perbedaan sebuah kerelatifan takkan ada
Perbedaan itu menyatukan
Karna sebuah perbedaan mampu menyatukan kita


Bagai pelangi yang terhias dilangit cerah
Dengan warnanya yang berbeda
Tapi cantik dalam torehan warna warni yang menawan
Itulah perbedaan

Minggu, 28 September 2014

Pesona Kebaikan


Senyuman itu ditebarkannya luas
Tak peduli jika ada orang yang mengelak
Hanya kebaikan yang ingin ia bagi
Kepada siapapun yang ia jumpai      
          Alam tahu
          Tak banyak orang yang seperti itu
          Dan merekalah yang tak bisa teradu
          Apalagi dengan orang keras seperti kayu
Tuhanpun tahu
Merekalah orang yang tawadu
Dengan rasa pesimis yang selalu tersapu
Dan kerendahan hati yang tak pernah membuatnya pilu
          Tutur katanya terlontar lembut
          Sapaannya terpakai santun
          Tak peduli ada orang yang menggunjing
          Karna kekerasannya terbatasi oleh dinding
Persen terbagi
Rugi tak pernah ia fikiri
Hanya keridhoan Allah yang ia hendaki
Akan keikhlasan bathin yang ia miliki
          Dunia tahu
          Mereka bukan orang yang bisu karna sombong
          Mereka bukan orang yang pembohong
          Juga bukan orang yang seolah meminta tolong
Tapi merekalah yang ramah
Tanpa harus terbalaskan oleh puja
Merekalah yang murah sapa
Karna pesona kebaikan yang selalu terjaga

Sayap-sayap Kecil


Dikala fajar menawan menanti mega
Dan cahaya mentari menyambut pagi berkabut dengan embunnya
Sampai cahayanya redup lalu berangsur angsur hilang
Dan mega kembali hadir menanti fajar pagi

         
Saat waktu terus berputar seperti itu
Saat sinar mentari berulang kali padam dan menyinari
Tetap rebahkan sayap sayapmu
Rebahkan semakin lebar seolah tak pernah hilang dimakan waktu


Dan saat hujan merintik
Membasahi permukaan bumi
Menutupi cahaya terang sang surya
Menggantikan kecerahan dengan langit berawan


Tetap rebahkan harapan itu
Rebahkan dengan keyakinan seolah tak pernah pudar oleh badai
Biarkan sayap sayap kecilmu mengepak bagai kupu
Yang kelak akan mengantarmu kepada manisnya madu


Kelak kau akan tau kenyataannya
Bagaimana sayap kecilmu itu berusaha
Esok akan menjadi suatu yang luar biasa
Yang tak pernah kau duga sebelumnya


Sayap sayap kecil
Bagai harapan bukan tak tentu arah
Biarkan ia mengepak dan merebah
Sampai hilangnya raga

Jumat, 12 September 2014

Api Unggun


Dibalik suramnya kegelapan malam
Terdapat cahaya yang menjulang
Percikannya bagai semangat yang selalu membara
Tak redup walau dihembus angin

Ini adalah api kami
Api tanda semangat juang
Yang hanya diperuntukkan bagi mereka
Yang memiliki ketegaran jiwa

Ini adalah api kami
Api tanda persahabatan
Yang mempersatukan kami
Tak hanya dalam gelapnya malam

Ini adalah api kami
Api yang menyimpan banyak berjuta kenangan
Yang menerangi kami
Dimalam yang suram

Api unggun...
Api ciptaan-Mu Tuhan
Yang selalu menyala
Membuka kesenduan mata


Praja Muda Karana


Nafas sesekali terhela
Kaki sesekali terhenti untuk melangkah
Tegukan air sesekali mengalir segar ketenggorokan
Keringat sesekali mengucur deras
Karna tubuh yang terus saja aktif bergerak
          Dibawah teriknya sinar mentari
          Diatas tanah yang tergenang air kotor
          Disini Praja Muda Karana berdiri
          Membawa pengabdian dan janji untuk bangsa
Lelah bukan seperti tamu baru lagi
Keringat bukan penghalang tuk berhenti
Dahagapun masih dapat tertahan
Karna yang kami pegang adalah semangat yang berkobar
          Inilah Praja Muda Karana
          Tak ada takut
          Tak ada pengecut
          Dan tak ada menyerah untuk berkata
Biarkan kaki ini terus melangkah
Melewati sinar terik sang surya
Melewati derasnya air hujan hingga baju basah
Sampai pengabdian itu dapat terbawa dengan gagahnya
          Inilah regu Praja Muda Karana
          Dengan perjuangan, rintangan terhapi
          Dengan keyakinan, sulit teratasi
          Dan dengan kebersamaan, semua takkan mampu terbebani
Biar bendera regu berkibar
Menjadi tanda sebuah kehormatan
Yang akan menjadi akar
Untuk Praja Muda Karana
          Hidup Praja Muda Karana
          Jiwa Pramuka takkan menjadi sebuah kelelahan
          Tapi semangat yang terus menyala dan berkobar
          Yang akan tertanam untuk selamanya
         
          

Ajari Aku Lebih


Terimakasih
Telah mengajarkanku berbagai hal
Mengajarkanku apa itu cinta juga resikonya
Mengajarkanku apa itu makna dari hidup dan tanggungannya
                                                  
Kau lebih mengerti
Ketika kau ajari aku untuk bisa mandiri
Kau lebih tau
Ketika kau ajari aku untuk yakin suatu hal tentangmu

Ketika aku benar benar lemah
Kau ajari aku lagi
Bagaimana untuk tetap melihat keadaan
Dan mampu untuk bangun dari sakit itu

Dan kau ajari aku satu lagi
Tentang bagaimana kita akan bersama mewujudkan harapan
Sembari tetap menaruh keyakinan itu
Dalam setiap aliran perasaan

Aku akui untuk seringkali membuatmu sakit
Seringkali membuatmu kecewa
Merasa tak nyaman hingga kau benar benar pasif
Pasif terhadap ragaku yang bernyawa

Tapi apakah kau tau?
Setiap tingkah yang ku berikan itu
Sungguh tak pernah aku sadari
Semua seperti bersemilir dalam perasaan yang tak aku mengerti

Aku tak memiliki rencana tuk melukaimu
Karna sungguh aku memang mengagumimu
Dan aku tak meminta kau harus terus membuatku bahagia
Karna melihat dirimu saja sudah anugerah untuk kedamaian hatiku

Terimakasih untuk semua yang kau berikan
Jejak jejak dulu akan selalu ku kenang
Dan maaf jika aku telah berbuat kesalahan
Aku tak bermaksud hal itu harus dilakukan

Teruslah kau buat diriku lebih mengerti
Jangan kau hilangkan perasaan yang telah kau beri
Walau aku sendiripun tak mengerti dengan perasaan ini
Tapi setidaknya aku mampu menghargai sesuatu hal yang kau hargai

Ajari aku banyak hal lagi
Ajari aku suatu hal ketika hatiku mulai lelah
Ajari aku suatu hal ketika jiwaku mulai lemah
Ajari aku maknai cinta yang sesungguhnya
Dan ajari aku bagaimana kita untuk terus bersama




Sabtu, 06 September 2014

Enam Tahun

Janganlah kau lupakan semua tentangku
Jangan kau hapus semua kenangan itu
Biarkan semua mengalir dalam ingatanmu
Mengalir deras sampai Tuhanlah yang hentikan

Jangan pernah kau berfikir aku lupa
Lupa akan semua yang pernah kita lalui bersama
Karna sesungguhnya aku takkan melupakannya
Tapi menyangkal bahwa aku akan selalu mengingatnya

Enam tahun memang bukan waktu yang sesaat
Enam tahun adalah waktu yang lama
Lama untuk kita mendapatkan raga yang kembali berjumpa
Lama untuk kita mendapatkan kembali jejak jejak langkah saat bersama

Jangan pernah kau memuja kesedihan
Ingatlah enam tahun dan aku akan berada disini
Berdiri dengan sayap persahabatan yang pernah kau beri
Untuk kita bisa menapak terbang jauh dari bumi

Jangan pernah takut aku takkan kembali
Ingatlah enam tahun dan aku akan disini
Berdiri dalam selimut persahabatan yang pernah kau tanyai
Dan saat kau ingat itu kau akan dapat melihatnya nyata

Jangan kau endapi enam tahun itu
Ingatlah enam tahun dan kita akan disini
Berdiri diantara ciptaan Tuhan
Sampai surya membentuk mega indah kembali

Diary Love


Tersisih kebesaran hatiku padamu
Rasa persahabatan yang sejak dulu kunantikan
Kini seperti tak berarti bagimu
Hanya karna cinta yang belum bisa kau lenyapkan
            Apakah setiap perasaan yang kau beri membuatku nyaman?
            Dan semua tingkah yang kau dramakan membuatku bahagia?
            Justru hal itulah yang membuatku merintih
            Perasaanmu seperti memakan kebahagiaanku sendiri
Berulang kali kau berucap
Kau selalu memiliki perasaan lebih akan cinta
Berulang kali kau membangun kepercayaan diriku
Tapi hanya sesaat dan kau selalu meruntuhkannya
            Lantas apakah semua itu yang dinamakan dengan cinta?
            Sedangkan kau belum memahaminya
            Bagaimana kau dapat menjalani itu semua?
            Sedangkan perasaanmu justru membuatku semakin lemah
Bibirmu selalu berucap manis tanpa adanya dusta yang terlihat
Saat kalimat yang menurut kau adalah dari hatimu sendiri
Kalimat yang kau rangkaikan sampai aku tersenyum sumringah
Dan kau mengarangnya luar biasa
            Saat itu kau membuatku percaya lagi
            Karna hati ini telah kau taklukki
            Aku begitu meyakini
            Karna saat itu aku percaya kalimatmu memang dari hati
Tapi…
Semua terenyah lagi
Kau selalu mengulangi kesalahan yang sama
Hingga membuatku terus terluka
            Apakah itu menjadi tanda kebesaran perasaanmu padaku?
            Atau kau hanya mengarangnya untuk mengada-ngada?
            Aku tak pernah tahu apa yang ingin kau rencanakan untukku
            Yang aku tahu kau sungguh menyia-nyiakan semuanya
Apakah ini yang dinamakan dengan cinta?
Sedang dirimu saja sulit untuk berkomunikasi denganku
Apa yang bisa aku dapatkan dari tingkahmu?
Selain hanya hembusan nafas setiap kali kau melewatiku tanpa sapa
            Kau hanya memiliki perasaan kepadaku saja
            Tanpa kau harus memperjuangkannya
            Semua kau sia-siakan begitu saja
            Padahal saat itu perasaan kita adalah sama
           
             

            

Katakanlah


Katakanlah kau akan menungguku
Menungguku untuk kembali
Katakanlah kau akan selalu menanti
Menanti keberadaanku untuk kembali
            Ragaku memang bukan disana
            Jauh dan kau takkan mampu melihatnya
            Tapi hati ini akan selalu setia menemanimu
            Sampai fajar terbit berulang kali    
Ingatlah cinta akan terukir untukmu selamanya
Tak perlu kau memikirkan bagaimana aku disana
Karna aku masih tetap sama seperti hari-hari lalu
Menunggu keajaiban untuk membuatku kembali padamu lagi
            Katakanlah kau masih menungguku
            Hatimu masih setia menantiku
            Katakanlah kau masih terus menanti
            Ragamu masih terpaku untuk tak pergi
Ingatlah cinta akan terukir untukmu selamanya
Salam sayang hanya kusampaikan padamu selalu
Rindu sudah biasa
Tapi aku masih mampu mengelaknya
            Katakanlah cinta itu tak pernah terkikis waktu
            Katakanlah cintamu akan terukir untukku selamanya
            Katakanlah sayangmu masih setia
            Dan Katakanlah kau masih tetap menungguku
Disini aku masih menunggu keajaiban
Keajaiban untuk membuatku kembali padamu lagi
Tenang, kau hanya perlu mengelak cinta yang lain
Dan berkata cintaku itu akan selalu ada 

Sesekali Tidak !


Ketika kata kata itu ku dengar
Meresap perlahan kedalam hati
Sampai menggugahkan rasa bersalah
Resah juga gundah
          Ingin rasanya aku mundur
          Mundur dari kenyataan dan menyerah
          Ingin rasanya aku berhenti disini
          Tak melanjutkan kewajiban itu lagi
Semangat seperti hampir patah
Harapan tuk berhasil perlahan seperti pudar
Semua seakan suram tuk dapat dilihat
Sebab keyakinan seperti tak memberikan cahaya lagi
Aku merasa lemah
Tak bermanfaat untuk melanjutkan semua
Tanggungjawab ingin ku lepas begitu saja
Dan ku tinggalkan jauh didepan mata
Tidak ! Sesekali tidak !
Kenyataan yang pahit bagiku jika itu terjadi
Menyerah begitu saja
Dan mundur dari kenyataan
Tubuh memang dibebani oleh tanggungjawab
Tapi itu bukan alasan tuk berhenti melangkah
Keberhasilan masih setia menungguku disana
Dan aku harus maju tuk meraihnya
Tiap kata kata yang ku dengar
Biarlah jadi pemasukkan untukku
Karna ku sadari kata kata itu begitu berharga
Tuk merubah kondisiku lebih baik dihari esok
Dan aku harus tetap berusaha tuk maju

Kau Adalah Kawanku


Disini ku berdiri diantara kalian
Berdiri menyempurnakan lingkaran besar
Dengan genggaman jari jemari tangan
Dan senyuman di setiap bibir tipis yang mengembang
          Kupejamkan mata ini
          Tak ada yang dapat ku rasakan
          Kecuali cinta dalam persahabatan
          Juga anugerah Tuhan
Kau adalah kawanku
Yang berdiri sama sepertiku
Yang berada disekelilingku
Dan merasakan hal yang sama dengan diriku
          Maka genggamlah tanganku lebih erat
          Silangkan jari jemarimu padaku lebih kuat
          Jaga untuk tak terlepas
          Sampai kita bisa memahami arti sahabat
Kau adalah kawanku
Dengan berbekal pengorbanan untukku
Kasih sayang dan cinta
Juga ketulusan hati dalam kedamaianmu
          Maka janganlah kau pergi dulu
          Tetaplah disini bersama sahabat lain
          Membentuk lingkaran dengan rantai genggaman
          Yang kita maknai sebagai harapan
Pejamkan matamu
Dan rasakan apa yang ku rasakan
Kita sahabat
Dan kau adalah kawanku

Teruslah Berlari


Impian terkunci digenggaman kita
Harapan masih tergantung untuk meraihnya
Mimpi belum menjadi nyata
Cita-cita masih dalam khayalan belaka
            Tapi
            Semangat masih menggebu
            Keyakinan belum sempatnya rapuh
            Dan hati masih berteriak untuk trus berlari
Jalan masih panjang tuk dilewati
Tebing masih cukup rendah tuk diloncati
Jurang masih tak terlalu dalam
Dan jembatan masih bisa kita seberangi
            Berlari berlari dan berlari
            Jangan takut gagal
            Karna itu hanya penggoda tuk menyerah
            Teruslah berlari dan genggam harapan itu
Kunci keyakinan itu dihati
Taruh harapan itu dihati
Simpan mimpi itu dihati
Dan selalu ingatlah keberadaannya
            Bersama kita raih cita-cita
            Lelah taruhlah untuk terbelakang
            Rintangan dan kendala sudah biasa
            Tapi ingat ! Kita memiliki formasi dengan satu tujuan
            Untuk melaluinya
Teruslah berlari
Mengejar harapan dan mimpi-mimpi itu
Jangan pernah menyerah
Karna seorang pemenang tidak pernah berhenti
Sampai disini saja

Dibawah Rembulan


Dibawah rembulan yang bersinar terang
Dikediaman burung yang tak lagi berkicau
Diantara rerumputan hijau
Digelapnya waktu kala malam
          Kutatap langit yang hanya terhiasi sabit
          Tak ada bintang bintang yang bertabur
          Tak ada bintik bintik cahaya kemerlap disana
          Tak ada cahaya yang bisa terlihat selain satu cahaya pantul
Lihatlah !
Seperti ini saja semua masih terlihat indah
Bulan masih benderang dalam malam yang tak sempurna
Dan Tuhan masih memberikan karunia-Nya
          Apa yang kita minta lagi dari-Nya?
          Apa yang kita salahkan untuk-Nya?
          Cahaya rembulan saja sudah cukup menghiasi malam ini
          Ditambah semilir angin malam yang menggoyakkan jilbab
Ingatlah !
Tuhan masih memberikan karunia-Nya
Tuhan tak pernah tidur
Dan Dia masih memberikan malam ini untukku
          Dibawah rembulan
          Kulingakarkan tanganku pada lutut
          Kudongakkan kepala
          Dan melihat kembali rembulan-Nya yang begitu bercahaya
         
            

Dalam Doaku


Fajar terbit tinggal menghitung jam
Tapi bulan masih tampak dengan sinar pantulnya
Dan kegelapan malam masih ada
Juga semilir angin yang berhembus semakin dingin
            Tasbih tergeletak diatas sajadah      
            Bersamaan dengan tubuh yang berdosa
            Tapi wudhu masih mampu menyelimutinya
            Menggantikan noda dengan kesucian jiwa
Kain putih terhelai panjang
Sampai hanya wajah yang terlihat
Tangan bergerak bersengadah
Dan bibir berdesah dengan gerak kecilnya
            Ya Allah, hanya kepada-Mu lah ku berserah diri
            Kepada-Mu lah aku beriman
            Kepada-Mu lah aku bertawakkal
            Hanya kepada-Mu lah aku kembali
Hati berbicara kepada-Mu Tuhan
Dengan ucapan yang lirih bahkan sangat lirih
Tak ada yang mampu mendengar
Kecuali hanya Engkau
            Maka ampunilah dosa-dosaku
            Yang telah lalu dan yang kemudian
            Serta apa yang ku sembunyikan
            Dan yang ku lakukan dengan terang-terangan
Sesungguhnya
Tiada daya dan kekuatan
Untuk melakukan suatu ibadah dan amalan
Kecuali dengan pertolongan-Mu ya Allah