Laman

Minggu, 28 September 2014

Sayap-sayap Kecil


Dikala fajar menawan menanti mega
Dan cahaya mentari menyambut pagi berkabut dengan embunnya
Sampai cahayanya redup lalu berangsur angsur hilang
Dan mega kembali hadir menanti fajar pagi

         
Saat waktu terus berputar seperti itu
Saat sinar mentari berulang kali padam dan menyinari
Tetap rebahkan sayap sayapmu
Rebahkan semakin lebar seolah tak pernah hilang dimakan waktu


Dan saat hujan merintik
Membasahi permukaan bumi
Menutupi cahaya terang sang surya
Menggantikan kecerahan dengan langit berawan


Tetap rebahkan harapan itu
Rebahkan dengan keyakinan seolah tak pernah pudar oleh badai
Biarkan sayap sayap kecilmu mengepak bagai kupu
Yang kelak akan mengantarmu kepada manisnya madu


Kelak kau akan tau kenyataannya
Bagaimana sayap kecilmu itu berusaha
Esok akan menjadi suatu yang luar biasa
Yang tak pernah kau duga sebelumnya


Sayap sayap kecil
Bagai harapan bukan tak tentu arah
Biarkan ia mengepak dan merebah
Sampai hilangnya raga

Jumat, 12 September 2014

Api Unggun


Dibalik suramnya kegelapan malam
Terdapat cahaya yang menjulang
Percikannya bagai semangat yang selalu membara
Tak redup walau dihembus angin

Ini adalah api kami
Api tanda semangat juang
Yang hanya diperuntukkan bagi mereka
Yang memiliki ketegaran jiwa

Ini adalah api kami
Api tanda persahabatan
Yang mempersatukan kami
Tak hanya dalam gelapnya malam

Ini adalah api kami
Api yang menyimpan banyak berjuta kenangan
Yang menerangi kami
Dimalam yang suram

Api unggun...
Api ciptaan-Mu Tuhan
Yang selalu menyala
Membuka kesenduan mata


Praja Muda Karana


Nafas sesekali terhela
Kaki sesekali terhenti untuk melangkah
Tegukan air sesekali mengalir segar ketenggorokan
Keringat sesekali mengucur deras
Karna tubuh yang terus saja aktif bergerak
          Dibawah teriknya sinar mentari
          Diatas tanah yang tergenang air kotor
          Disini Praja Muda Karana berdiri
          Membawa pengabdian dan janji untuk bangsa
Lelah bukan seperti tamu baru lagi
Keringat bukan penghalang tuk berhenti
Dahagapun masih dapat tertahan
Karna yang kami pegang adalah semangat yang berkobar
          Inilah Praja Muda Karana
          Tak ada takut
          Tak ada pengecut
          Dan tak ada menyerah untuk berkata
Biarkan kaki ini terus melangkah
Melewati sinar terik sang surya
Melewati derasnya air hujan hingga baju basah
Sampai pengabdian itu dapat terbawa dengan gagahnya
          Inilah regu Praja Muda Karana
          Dengan perjuangan, rintangan terhapi
          Dengan keyakinan, sulit teratasi
          Dan dengan kebersamaan, semua takkan mampu terbebani
Biar bendera regu berkibar
Menjadi tanda sebuah kehormatan
Yang akan menjadi akar
Untuk Praja Muda Karana
          Hidup Praja Muda Karana
          Jiwa Pramuka takkan menjadi sebuah kelelahan
          Tapi semangat yang terus menyala dan berkobar
          Yang akan tertanam untuk selamanya
         
          

Ajari Aku Lebih


Terimakasih
Telah mengajarkanku berbagai hal
Mengajarkanku apa itu cinta juga resikonya
Mengajarkanku apa itu makna dari hidup dan tanggungannya
                                                  
Kau lebih mengerti
Ketika kau ajari aku untuk bisa mandiri
Kau lebih tau
Ketika kau ajari aku untuk yakin suatu hal tentangmu

Ketika aku benar benar lemah
Kau ajari aku lagi
Bagaimana untuk tetap melihat keadaan
Dan mampu untuk bangun dari sakit itu

Dan kau ajari aku satu lagi
Tentang bagaimana kita akan bersama mewujudkan harapan
Sembari tetap menaruh keyakinan itu
Dalam setiap aliran perasaan

Aku akui untuk seringkali membuatmu sakit
Seringkali membuatmu kecewa
Merasa tak nyaman hingga kau benar benar pasif
Pasif terhadap ragaku yang bernyawa

Tapi apakah kau tau?
Setiap tingkah yang ku berikan itu
Sungguh tak pernah aku sadari
Semua seperti bersemilir dalam perasaan yang tak aku mengerti

Aku tak memiliki rencana tuk melukaimu
Karna sungguh aku memang mengagumimu
Dan aku tak meminta kau harus terus membuatku bahagia
Karna melihat dirimu saja sudah anugerah untuk kedamaian hatiku

Terimakasih untuk semua yang kau berikan
Jejak jejak dulu akan selalu ku kenang
Dan maaf jika aku telah berbuat kesalahan
Aku tak bermaksud hal itu harus dilakukan

Teruslah kau buat diriku lebih mengerti
Jangan kau hilangkan perasaan yang telah kau beri
Walau aku sendiripun tak mengerti dengan perasaan ini
Tapi setidaknya aku mampu menghargai sesuatu hal yang kau hargai

Ajari aku banyak hal lagi
Ajari aku suatu hal ketika hatiku mulai lelah
Ajari aku suatu hal ketika jiwaku mulai lemah
Ajari aku maknai cinta yang sesungguhnya
Dan ajari aku bagaimana kita untuk terus bersama




Sabtu, 06 September 2014

Enam Tahun

Janganlah kau lupakan semua tentangku
Jangan kau hapus semua kenangan itu
Biarkan semua mengalir dalam ingatanmu
Mengalir deras sampai Tuhanlah yang hentikan

Jangan pernah kau berfikir aku lupa
Lupa akan semua yang pernah kita lalui bersama
Karna sesungguhnya aku takkan melupakannya
Tapi menyangkal bahwa aku akan selalu mengingatnya

Enam tahun memang bukan waktu yang sesaat
Enam tahun adalah waktu yang lama
Lama untuk kita mendapatkan raga yang kembali berjumpa
Lama untuk kita mendapatkan kembali jejak jejak langkah saat bersama

Jangan pernah kau memuja kesedihan
Ingatlah enam tahun dan aku akan berada disini
Berdiri dengan sayap persahabatan yang pernah kau beri
Untuk kita bisa menapak terbang jauh dari bumi

Jangan pernah takut aku takkan kembali
Ingatlah enam tahun dan aku akan disini
Berdiri dalam selimut persahabatan yang pernah kau tanyai
Dan saat kau ingat itu kau akan dapat melihatnya nyata

Jangan kau endapi enam tahun itu
Ingatlah enam tahun dan kita akan disini
Berdiri diantara ciptaan Tuhan
Sampai surya membentuk mega indah kembali

Diary Love


Tersisih kebesaran hatiku padamu
Rasa persahabatan yang sejak dulu kunantikan
Kini seperti tak berarti bagimu
Hanya karna cinta yang belum bisa kau lenyapkan
            Apakah setiap perasaan yang kau beri membuatku nyaman?
            Dan semua tingkah yang kau dramakan membuatku bahagia?
            Justru hal itulah yang membuatku merintih
            Perasaanmu seperti memakan kebahagiaanku sendiri
Berulang kali kau berucap
Kau selalu memiliki perasaan lebih akan cinta
Berulang kali kau membangun kepercayaan diriku
Tapi hanya sesaat dan kau selalu meruntuhkannya
            Lantas apakah semua itu yang dinamakan dengan cinta?
            Sedangkan kau belum memahaminya
            Bagaimana kau dapat menjalani itu semua?
            Sedangkan perasaanmu justru membuatku semakin lemah
Bibirmu selalu berucap manis tanpa adanya dusta yang terlihat
Saat kalimat yang menurut kau adalah dari hatimu sendiri
Kalimat yang kau rangkaikan sampai aku tersenyum sumringah
Dan kau mengarangnya luar biasa
            Saat itu kau membuatku percaya lagi
            Karna hati ini telah kau taklukki
            Aku begitu meyakini
            Karna saat itu aku percaya kalimatmu memang dari hati
Tapi…
Semua terenyah lagi
Kau selalu mengulangi kesalahan yang sama
Hingga membuatku terus terluka
            Apakah itu menjadi tanda kebesaran perasaanmu padaku?
            Atau kau hanya mengarangnya untuk mengada-ngada?
            Aku tak pernah tahu apa yang ingin kau rencanakan untukku
            Yang aku tahu kau sungguh menyia-nyiakan semuanya
Apakah ini yang dinamakan dengan cinta?
Sedang dirimu saja sulit untuk berkomunikasi denganku
Apa yang bisa aku dapatkan dari tingkahmu?
Selain hanya hembusan nafas setiap kali kau melewatiku tanpa sapa
            Kau hanya memiliki perasaan kepadaku saja
            Tanpa kau harus memperjuangkannya
            Semua kau sia-siakan begitu saja
            Padahal saat itu perasaan kita adalah sama
           
             

            

Katakanlah


Katakanlah kau akan menungguku
Menungguku untuk kembali
Katakanlah kau akan selalu menanti
Menanti keberadaanku untuk kembali
            Ragaku memang bukan disana
            Jauh dan kau takkan mampu melihatnya
            Tapi hati ini akan selalu setia menemanimu
            Sampai fajar terbit berulang kali    
Ingatlah cinta akan terukir untukmu selamanya
Tak perlu kau memikirkan bagaimana aku disana
Karna aku masih tetap sama seperti hari-hari lalu
Menunggu keajaiban untuk membuatku kembali padamu lagi
            Katakanlah kau masih menungguku
            Hatimu masih setia menantiku
            Katakanlah kau masih terus menanti
            Ragamu masih terpaku untuk tak pergi
Ingatlah cinta akan terukir untukmu selamanya
Salam sayang hanya kusampaikan padamu selalu
Rindu sudah biasa
Tapi aku masih mampu mengelaknya
            Katakanlah cinta itu tak pernah terkikis waktu
            Katakanlah cintamu akan terukir untukku selamanya
            Katakanlah sayangmu masih setia
            Dan Katakanlah kau masih tetap menungguku
Disini aku masih menunggu keajaiban
Keajaiban untuk membuatku kembali padamu lagi
Tenang, kau hanya perlu mengelak cinta yang lain
Dan berkata cintaku itu akan selalu ada